Shah:
Ku merindu
Merindu cinta yang tulus dari hatimu
Selalu ku impikan hidup bersamamu
Ku kan selalu menanti balasan cintamu
Ella:
Ku berjanji
Berjanji mencintaimu sepenuh jiwaku
Ku tak akan mendustakan cinta kekasihku
Agar kau dapat menerima cintaku
Ku selalu, merindu cintamu
Yang selalu ada di jiwaku
Chorus:
Aku tahu kau pun cinta
Tapi malu tuk berkata
Usah kau ragui cintaku
Ku tetap merindu
Aku tahu kau pun cinta
Tapi malu tuk berkata
Ku tunggu jawapan cintamu
Ku tetap merindu
Di saat ini hatiku rindu belaian cinta darimu
Ku harap kau merestui cinta dariku
Yang selalu setia menunggu dirimu
Selamat Hari Ibu
Suatu hari, seorang anak bertanya kepada ibunya, "Ibu, mengapa ibu menangis?"Ibunya menjawab, "Sebab ibu adalah perempuan, nak." "Saya tidak mengerti ibu," kata si anak. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. "Nak, kau memang tak akan mengerti…"
Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. "Ayah, mengapa ibu menangis?" "Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas," sang ayah menjawab. "Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."
Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?" Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar jawapannya:
"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.
"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
"Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.
"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.
"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
"Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan."
Selamat Hari Ibu kepada MAK
Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. "Ayah, mengapa ibu menangis?" "Ibumu menangis tanpa sebab yang jelas," sang ayah menjawab. "Semua perempuan memang sering menangis tanpa alasan."
Si anak membesar menjadi remaja, dan dia tetap terus bertanya-tanya, mengapa perempuan menangis? Hingga pada suatu malam, dia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa perempuan mudah menangis?" Dalam mimpinya dia merasa seolah-olah mendengar jawapannya:
"Saat Ku ciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.
"Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan bayi dari rahimnya, walau kerap berulangkali menerima cerca dari si bayi itu apabila dia telah membesar.
"Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah saat semua orang sudah putus asa.
"Ku berikan kesabaran jiwa untuk merawat keluarganya walau dia sendiri letih, walau sakit, walau penat, tanpa berkeluh kesah.
"Kuberikan wanita perasaan peka dan kasih sayang untuk mencintai semua anaknya dalam apa jua keadaan dan situasi. Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada anak- anak yang mengantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didakap dengan lembut olehnya.
"Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya melalui masa-masa sukar dan menjadi pelindung baginya. Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.
"Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyedarkan bahawa suami yang baik adalah yang tidak pernah melukai isterinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.
"Dan akhirnya, Kuberikan wanita air mata, agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kepada wanita, agar dapat dia gunakan bila-bila masa pun dia inginkan. Ini bukan kelemahan bagi wanita, kerana sebenarnya air mata ini adalah "air mata kehidupan."
Selamat Hari Ibu kepada MAK
Salam Semua
kebelakangan ni..aku kembali cenderung kepada minat aku masa sekolah dulu, menghasilkan puisi..tak tau la kenapa tiba2 je datang angin nak berkarya balik..mungkin dengan situasi sekarang nih agaknya..di mana kata-kata telus tak boleh dilafazkan..bimbang mencalar hati mana-mana pihak..almaklumlah, orang melaka ni kaya dengan "budi bahasa" nya..jadi aku rasa dengan berpuisi ni baru aku mampu lepaskan apa yang aku rasa sekarang..rasa terkilan, kecewa dengan sikap segelintir orang yang pernah aku pandang tinggi..sikap kawan sebangsa yang mempunyai kekuatan bersuara..tapi hanya mampu sujud menurut kehendak orang lain..dan yang paling mengecewakan..sanggup berpaling tadah dan mengetepikan bangsa sendiri..bukan aku kata aku nih pejuang bangsa yang gah..tapi sekurang-kurangnya aku masih sayangkan Melayu
Hari Itu
Hari itu
Masih jelas di corong telingaku
Tutur-tutur janji dari bibirmu
Tentang perjuangan bangsa
Tentang maruah agama
Tentang hala tuju bersama
Hari itu
Masih segar di mata hitamku
Sekilas raut dari wajahmu
Penuh keberanian
Penuh keyakinan
Penuh tekad dan azam
Tapi mengapa semalam
Angin meniupkan bibit berita
Janji-janjimu lena di buaian mimpi
Wajahmu redup muram tiada pedoman
Kau berundur sebelum langkah bermula
Kau tewas sebelum keris dihunus
Kau menyerah sebelum perang tercetus
Dan hari ini baru ku sedar
Janji-janjimu hanya sekadar cebisan sampah
Riak wajahmu hanya topeng berwajah dua
Harapan tinggi yang kau berikan
Ditarah tanpa ihsan dan belas
Dan hari ini aku terkilan
Musuhku dari bangsaku sendiri
Lawanku adalah kawanku sendiri
Kerana kau
Pengkhianat yang bermuka-muka
Masih jelas di corong telingaku
Tutur-tutur janji dari bibirmu
Tentang perjuangan bangsa
Tentang maruah agama
Tentang hala tuju bersama
Hari itu
Masih segar di mata hitamku
Sekilas raut dari wajahmu
Penuh keberanian
Penuh keyakinan
Penuh tekad dan azam
Tapi mengapa semalam
Angin meniupkan bibit berita
Janji-janjimu lena di buaian mimpi
Wajahmu redup muram tiada pedoman
Kau berundur sebelum langkah bermula
Kau tewas sebelum keris dihunus
Kau menyerah sebelum perang tercetus
Dan hari ini baru ku sedar
Janji-janjimu hanya sekadar cebisan sampah
Riak wajahmu hanya topeng berwajah dua
Harapan tinggi yang kau berikan
Ditarah tanpa ihsan dan belas
Dan hari ini aku terkilan
Musuhku dari bangsaku sendiri
Lawanku adalah kawanku sendiri
Kerana kau
Pengkhianat yang bermuka-muka
Kata Orang
Kata orang
Angin itu lembut dan tenang
Adakala memberikan kedamaian
Di lain masa ia menghancurkan
Bagiku
Angin dan cinta tiada bezanya
Cinta juga memberikan kedamaian
Menghancurkan bila kita kelekaan
Kata orang
Lalang itu sukar ditumbangkan
Biar ditiup ribut nan kencang
Bagiku..
Jangan jadi macam lalang
Ditiup ke kiri ia ke kiri
Ditiup ke kanan ia ke kanan
Lambang orang tiada pendirian
Kata orang..
Duri itu sangat tajam
Terluka tangan jika dipegang
Bagiku..
Duri dalam daging lebih memeritkan
Orang diharap berpaling haluan
Menikam bangsa dari belakang
Kata orang..
Buih-buih pantai itu hanya sementara
Sentiasa datang dan hilang bila ombak menghempas
Bagiku?
Buih-buih pantai dan kedudukan tiada bezanya
Hari ini kita bertakhta
Esok tercampak di lembah hina
Kata orang
Pagar itu pelindung sejati
Kukuh berdiri mengepung bendang
Bagi aku
Pagar dibina biarlah kukuh
Agar tak jadi
Harapkan pagar, pagar makan padi
Renungkan..
Angin itu lembut dan tenang
Adakala memberikan kedamaian
Di lain masa ia menghancurkan
Bagiku
Angin dan cinta tiada bezanya
Cinta juga memberikan kedamaian
Menghancurkan bila kita kelekaan
Kata orang
Lalang itu sukar ditumbangkan
Biar ditiup ribut nan kencang
Bagiku..
Jangan jadi macam lalang
Ditiup ke kiri ia ke kiri
Ditiup ke kanan ia ke kanan
Lambang orang tiada pendirian
Kata orang..
Duri itu sangat tajam
Terluka tangan jika dipegang
Bagiku..
Duri dalam daging lebih memeritkan
Orang diharap berpaling haluan
Menikam bangsa dari belakang
Kata orang..
Buih-buih pantai itu hanya sementara
Sentiasa datang dan hilang bila ombak menghempas
Bagiku?
Buih-buih pantai dan kedudukan tiada bezanya
Hari ini kita bertakhta
Esok tercampak di lembah hina
Kata orang
Pagar itu pelindung sejati
Kukuh berdiri mengepung bendang
Bagi aku
Pagar dibina biarlah kukuh
Agar tak jadi
Harapkan pagar, pagar makan padi
Renungkan..
Subscribe to:
Posts (Atom)